Langsung ke konten utama

BELIS MANGGARAI SEAKAN MENJAJAH KEMISKINAN ORANG MANGGARAI

Tulisan ini mengkaji tentang perubahan nilai belis dalam kebudayaan masyarakat Manggarai Flores Nusa Tenggara Timur. Perubahan nilai belis ini berangkat dari kondisi yang menjadi perdebatan pada kalangan masyarakat Manggarai. Makin mahalnya jumlah belis yang diberikan kepada pihak keluarga mempelai wanita menjadi beban ekonomi bagi keluarga mempelai pria. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui mengapa terjadinya perubahan belis serta bagaimana praktek, pengaruh, dan perubahan belis di Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan juga dengan studi kepustakaan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Penelitian tentang perubahan nilai belis dalam masyarakat Manggarai ini dilakukan dalam waktu satu bulan yaitu bulan November 2017. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perubahan nilai belis dalam masyarakat Manggarai adalah akibat dari adanya masyarakat yang ingin menguntungkan diri dan tidak ingin rugi dengan biaya yang dikeluarkan dalam menghidupi anak perempuan. Selain itu disebabkan karena masyarakat yang terpengaruh sehingga saling bersaing dengan jumlah belis yang sangat mahal. Perubahan nilai belis juga memberikan pengaruh positif dalam kehidupan masyarakat seperti peningkatan pendidikan, kawin campur, kekeluargaan semakin tinggi, dan mendukung perkawinan monogami.

This paper examines the changes in the value of belis culture Manggarai, Flores, East Nusa Tenggara. This change in the value of belis departs from the condition that became a debate among the people of Manggarai. The more expensive the amount of belis given to the family of the bride becomes the economic burden for the groom's family. The purpose of this paper is to know why the change of belis and how to practice, influence, and change belis in Manggarai. This research uses qualitative method with participant observation, in-depth interview, and also with literature study. This research was conducted in Kabupaten Manggarai, Flores, East Nusa Tenggara. The research on change the value of belis in Manggarai society is done within one month ie November 2017. The results of this study indicate that changes in the value of belis in Manggarai society is a result of the existence of people who want to benefit themselves and do not want to lose the costs incurred in supporting girls. In addition, due to the affected communities so that each other competes with the number of belis very expensive. Changes in the value of belis also have a positive influence in the life of the community such as increased education, intermarriage, kinship higher, and support monogamous marriage.


Kata Kunci : Kata Kunci: Belis, Perubahan, Nilai, Manggarai/Keywords: Belis, Change, Value, Manggarai

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desa Liang Sola melaksanakan Launching posyandu Kesehatan Mental

Desa   Liang   Sola  melaksanakan Launching posyandu Kesehatan Mental. Senin 30 Januari 2023 bertempat di Kantor Desa Liang Sola mengadakan kegiatan Launching Posyandu Kesehatan Mental atau Yang sering disebut ODGJ. Kepala Desa Liang Sola Adrianus Harsi dalam membuka kegiatan menyampaikan Kepada forum launching menyampaikan bahwa Kegiatan ini sebagai bentuk dimulainya perhatian dan keseriusan hadirnya Negara dalam mewujudkan masyarakat Sehat baik jasmani maupun Rohani, salah satunya adalah Perhatian bagi yang mengalami persoalan kesehatan mental atau yang sering disebut ODGJ. Data ODGJ Desa Liang Sola 7 jiwa dan 1 sedang di pasung. Berangkat dari realitas ini Kepala Desa Liang Sola, melalui Dana Desa tahun 2023 secara serius menganggarkan perhatian terhadap kondisi real warganya yang mengalami persoalan kesehatan mental. Dalam sambutannya Adrianus Harsi menyampaikan permohonan maaf kalau selama ini kelompok Rentan seperti ODGJ tidak dalam perhatian pemerintah. Dengan penu...

JEJAK SEJARAH BERDIRINYA LUMBUNG PADI LEMBOR

Lembor dikenal sebagai lumbung pangan serta panen raya padi di Borong oleh Presiden Soeharto itu masa saya. Saya tidak bangga, tetapi pada masa kepemimpinan saya rakyat tidak lapar. Bahkan beras mulai suplai keluar daerah” Demikian kata Frans Dulla Burhan, Bupati Manggarai periode 1978-1989. Namun demikian kesuksesannya bukan tanpa problem. Beberapa saat setelah pelantikannya sebagai bupati pada 1 November 1978, Manggarai Raya dihantam kelaparan hebat.gambar-bupati Tanggap akan situasi itu, Dulla Burhan tidak hanya memberi bantuan darurat berupa 250 ton beras kepada rakyat, tetapi juga semua lokasi yang berpotensi untuk areal persawahan dibuka. Secara gotong royong warga membangun irigasi dan selokan. Namun demikian, dalam catatan sejarah pertanian Manggarai Raya, bukan Dulla Burhan yang menjadi peletak dasar pertanian modern, tetapi bupati sebelumnya yakni Frans Sales Lega (1968-1978). Dalam upaya untuk melawan kemiskinan Sales Lega tidak hanya menginvestasikan pembangunan jangka panj...