Langsung ke konten utama

JEJAK SEJARAH BERDIRINYA LUMBUNG PADI LEMBOR

Lembor dikenal sebagai lumbung pangan serta panen raya padi di Borong oleh Presiden Soeharto itu masa saya. Saya tidak bangga, tetapi pada masa kepemimpinan saya rakyat tidak lapar. Bahkan beras mulai suplai keluar daerah”


Demikian kata Frans Dulla Burhan, Bupati Manggarai periode 1978-1989. Namun demikian kesuksesannya bukan tanpa problem. Beberapa saat setelah pelantikannya sebagai bupati pada 1 November 1978, Manggarai Raya dihantam kelaparan hebat.gambar-bupati

Tanggap akan situasi itu, Dulla Burhan tidak hanya memberi bantuan darurat berupa 250 ton beras kepada rakyat, tetapi juga semua lokasi yang berpotensi untuk areal persawahan dibuka. Secara gotong royong warga membangun irigasi dan selokan.

Namun demikian, dalam catatan sejarah pertanian Manggarai Raya, bukan Dulla Burhan yang menjadi peletak dasar pertanian modern, tetapi bupati sebelumnya yakni Frans Sales Lega (1968-1978). Dalam upaya untuk melawan kemiskinan Sales Lega tidak hanya menginvestasikan pembangunan jangka panjang melalui jalur pendidikan dengan membuka sekolah dalam kerjasama dengan pihak gereja. Tetapi juga merealisasikan agenda prestisius seperti pembuatan turbin listrik Wae Garit dan pembangunan bandara Satar Tacik.

Setelah berhasil membangun bandara fokus perhatian berikutnya adalah perluasan daerah persawahan. Sebelumnya, para petani Manggarai sudah merasakan jasa baik para pemimpin sebelumnya seperti Raja Tamoer, Raja Bagoeng (1924-1930), Raja Baroek 1931-1949), Raja Ngambut (1949-1960), Kraeng Charolus Hamboer (1960-1967) yang telah merintis pembukaan sawah irigasi bronjong. Para pendahulunya sudah membangun irigasi darurat di Cancar, Dampek dan Wae Reca. Oleh Sales Lega selanjutnya irigasi-irigasi tersebut menjadi permanen sehingga sirkulasi air persawahan berjalan lancar. Persawahan di Cancar, Satar Mese dan Lembor mulai beroperasi baik. Manggarai pun mulai popular sebagai lumbung beras.

Sudah sejak itu kantong-kantong produksi padi, secara khusus Lembor dikembangkan dan diawasi secara serius. Walau pun kemiskinan terus menggerogoti perut rakyat, keberpihakan dan kepedulian para pemimpinnya tidak lelah untuk terus hadir dan berada bersama rakyatnya.

Puncaknya pada era 80-an, pada ketika Manggarai dipimpin Frans Dulla Burhan, nama Lembor menjadi terkenal seantero Nusa Tenggara Timur antaran disematkan sebagai Lumbung Padi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELIS MANGGARAI SEAKAN MENJAJAH KEMISKINAN ORANG MANGGARAI

Tulisan ini mengkaji tentang perubahan nilai belis dalam kebudayaan masyarakat Manggarai Flores Nusa Tenggara Timur. Perubahan nilai belis ini berangkat dari kondisi yang menjadi perdebatan pada kalangan masyarakat Manggarai. Makin mahalnya jumlah belis yang diberikan kepada pihak keluarga mempelai wanita menjadi beban ekonomi bagi keluarga mempelai pria. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui mengapa terjadinya perubahan belis serta bagaimana praktek, pengaruh, dan perubahan belis di Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan juga dengan studi kepustakaan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Penelitian tentang perubahan nilai belis dalam masyarakat Manggarai ini dilakukan dalam waktu satu bulan yaitu bulan November 2017. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perubahan nilai belis dalam masyarakat Manggarai adalah akibat dari adanya masyarakat yang ingin menguntungkan d...

Desa Liang Sola melaksanakan Launching posyandu Kesehatan Mental

Desa   Liang   Sola  melaksanakan Launching posyandu Kesehatan Mental. Senin 30 Januari 2023 bertempat di Kantor Desa Liang Sola mengadakan kegiatan Launching Posyandu Kesehatan Mental atau Yang sering disebut ODGJ. Kepala Desa Liang Sola Adrianus Harsi dalam membuka kegiatan menyampaikan Kepada forum launching menyampaikan bahwa Kegiatan ini sebagai bentuk dimulainya perhatian dan keseriusan hadirnya Negara dalam mewujudkan masyarakat Sehat baik jasmani maupun Rohani, salah satunya adalah Perhatian bagi yang mengalami persoalan kesehatan mental atau yang sering disebut ODGJ. Data ODGJ Desa Liang Sola 7 jiwa dan 1 sedang di pasung. Berangkat dari realitas ini Kepala Desa Liang Sola, melalui Dana Desa tahun 2023 secara serius menganggarkan perhatian terhadap kondisi real warganya yang mengalami persoalan kesehatan mental. Dalam sambutannya Adrianus Harsi menyampaikan permohonan maaf kalau selama ini kelompok Rentan seperti ODGJ tidak dalam perhatian pemerintah. Dengan penu...