Langsung ke konten utama

Launching Posyandu Remaja Desa Liang Sola, Sabtu 25 Februari 2023


LIANG SOLA
 Launching Posyandu Remaja Desa Liang Sola, Sabtu 25 Februari 2023. Di tenda Rembuk Stunting Desa Liang Sola di Tando diadakan Launching posyandu Remaja. Kepala Desa Liang Sola yang membuka kegiatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa posyandu Remaja sebagai pintu masuk menolak stunting untuk mempersiapkan Generasi Emas di masa depan. Lebih lanjut Adrianus Harsi menyampaikan bahwa potensi Remaja Desa Liang Sola terbilang sangat tinggi. Untuk data anak yang berusia dari 12 tahun sampai 18 tahun saja itu berkisar 493 berdasarkan data penduduk tahun 2023 update Januari lalu. Angka itu menyumbang   30, 26 porsen jumlah penduduk desa yang berjumlah 1629 jiwa. Terhadap hal ini Maka kepala Desa Liang Sola merasa sangat penting untuk melakukan skreening kesehatan bagi remaja desa melalui posyandu. Kepala UPTD Puskesmas Waenakeng Apt.fransiska Ranayati  Babur,S.farm) atau yang sering disapa Bu Ratna yang hadir dan membawakan materi dalam kegiatan itu merasa berterima kasih banyak pada kepala Desa Liang Sola yang menyambut baik niat Puskesmas dalam melakukan posyandu Remaja di Desa Liang Sola katanya. Tak lupa ibu kepala puskesmas menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga buat sahabat Remaja Desa yang hadir walaupun cuaca saat ini sedang tidak bersahabat karena hujan deras disertai angin kencang akan tetapi kehadiran adik adik yang antusias mengikuti posyandu ini sangat tinggi. Tidak tangung tangung jumlah anak yang hadir berdasarkan absensi kegiatan sebanyak 100 anak Remaja. Turut hadir pada saat yang sama perwakilan Wahana Visi Indonesia  yang menjadi mitra pembangunan Desa Liang Sola yang juga turut hadir Yohanes Aryatno atau yang sering disapa Rino menuturkan Apresiasi yang luar biasa atas semangat anak remaja desa yang mengikuti kegiatan ini. Biasanya anak remaja diakhir pekan seperti ini sibuk dengan dunia mereka atau peralatan komunikasi semisal hp saja, akan tetapi hari ini kita berkumpul dan memiliki komitmen untuk  menjadikan posyandu Remaja sebagai sarana menjaga kekompakan dan kebersatuan sebagai anak anak desa yang turut mengambil bagian dalam pembangunan kampung atau Desa. Kehadiran yang luar biasa ini ditengah cuaca tak bersahabat tidak mengurung sedikitpun niat kita semua untuk mengikuti kegiatan ini tambahnya. Kegiatan yang bertajuk Posyandu Remaja " Ceria ( ceria, Edukatif, Responsif, Inovatif, dan Adaptif) ini akan memberi dampak pengetahuan dan edukasi kita sebagai remaja menyiapkan diiri untuk mewujudkan Generasi Emas . Ibu kepala puskesmas Waenakeng Apt.Fransiska Ratnayati Babur, S.farm yang membawa materi pengenalan  Apa itu Remaja dan permaslahan yang sering dihadapi remaja dalam kesehatan secara aktratif  dan dialogis kepada peserta remaja yang hadir. Suasana ceria sangat dirasakan pada posyandu ini karena Yel yel yang menyelingi kegiatan berlangsung. Ketua Kader Posyandu Remaja Desa Liang Sola Yohanes Jebaru atau sering disapa Patris menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi sangat berguna bagi kami untuk mempersiapkan diri sebelum beranjak dewasa nantinya. Kegiatan yang ditutup dengan Pemotongan pita sebagai tanda dimulainya posyandu Remaja yang tetap tentu di desa liang Sola oleh kepala desa liang Sola Ardianus Harsi dan perwakilan anak remaja Patris dan Yuni. Seusai kegiatan pemotongan pita dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bagi remaja oleh team puskesmas Waenakeng yang hadir bersama Pimpinan mereka Kepala puskesmas Waenakeng. Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WITA dan Berakir pada pukul 20.30 WITA. Hal ini karena jumlah peserta yang sangat banyak. Melihat kondisi ini Kepala Desa Liang Sola menyampaikan kepada petugas Kesehatan dari UPTD PKM Waenakeng agar efektif dan efisien kegiatan ini dibulan bulan selanjutnya dilakukan di Dua titik posyandu yang diamini oleh petugas kesehatan dari PKM Waenakeng. Seusai kegiatan berjalan ditutup dengan makan bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELIS MANGGARAI SEAKAN MENJAJAH KEMISKINAN ORANG MANGGARAI

Tulisan ini mengkaji tentang perubahan nilai belis dalam kebudayaan masyarakat Manggarai Flores Nusa Tenggara Timur. Perubahan nilai belis ini berangkat dari kondisi yang menjadi perdebatan pada kalangan masyarakat Manggarai. Makin mahalnya jumlah belis yang diberikan kepada pihak keluarga mempelai wanita menjadi beban ekonomi bagi keluarga mempelai pria. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui mengapa terjadinya perubahan belis serta bagaimana praktek, pengaruh, dan perubahan belis di Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan juga dengan studi kepustakaan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Penelitian tentang perubahan nilai belis dalam masyarakat Manggarai ini dilakukan dalam waktu satu bulan yaitu bulan November 2017. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perubahan nilai belis dalam masyarakat Manggarai adalah akibat dari adanya masyarakat yang ingin menguntungkan d...

Desa Liang Sola melaksanakan Launching posyandu Kesehatan Mental

Desa   Liang   Sola  melaksanakan Launching posyandu Kesehatan Mental. Senin 30 Januari 2023 bertempat di Kantor Desa Liang Sola mengadakan kegiatan Launching Posyandu Kesehatan Mental atau Yang sering disebut ODGJ. Kepala Desa Liang Sola Adrianus Harsi dalam membuka kegiatan menyampaikan Kepada forum launching menyampaikan bahwa Kegiatan ini sebagai bentuk dimulainya perhatian dan keseriusan hadirnya Negara dalam mewujudkan masyarakat Sehat baik jasmani maupun Rohani, salah satunya adalah Perhatian bagi yang mengalami persoalan kesehatan mental atau yang sering disebut ODGJ. Data ODGJ Desa Liang Sola 7 jiwa dan 1 sedang di pasung. Berangkat dari realitas ini Kepala Desa Liang Sola, melalui Dana Desa tahun 2023 secara serius menganggarkan perhatian terhadap kondisi real warganya yang mengalami persoalan kesehatan mental. Dalam sambutannya Adrianus Harsi menyampaikan permohonan maaf kalau selama ini kelompok Rentan seperti ODGJ tidak dalam perhatian pemerintah. Dengan penu...

JEJAK SEJARAH BERDIRINYA LUMBUNG PADI LEMBOR

Lembor dikenal sebagai lumbung pangan serta panen raya padi di Borong oleh Presiden Soeharto itu masa saya. Saya tidak bangga, tetapi pada masa kepemimpinan saya rakyat tidak lapar. Bahkan beras mulai suplai keluar daerah” Demikian kata Frans Dulla Burhan, Bupati Manggarai periode 1978-1989. Namun demikian kesuksesannya bukan tanpa problem. Beberapa saat setelah pelantikannya sebagai bupati pada 1 November 1978, Manggarai Raya dihantam kelaparan hebat.gambar-bupati Tanggap akan situasi itu, Dulla Burhan tidak hanya memberi bantuan darurat berupa 250 ton beras kepada rakyat, tetapi juga semua lokasi yang berpotensi untuk areal persawahan dibuka. Secara gotong royong warga membangun irigasi dan selokan. Namun demikian, dalam catatan sejarah pertanian Manggarai Raya, bukan Dulla Burhan yang menjadi peletak dasar pertanian modern, tetapi bupati sebelumnya yakni Frans Sales Lega (1968-1978). Dalam upaya untuk melawan kemiskinan Sales Lega tidak hanya menginvestasikan pembangunan jangka panj...